Showing posts with label sosial. Show all posts
Showing posts with label sosial. Show all posts

Futicha Sirrulhayati Muna, Mahasiswi Berprestasi yang Meninggal Dunia Usai Diwisuda

brodkes.com - Yogyakarta. Futicha Sirrulhayati Muna (22), wisudawati yang meraih predikat cumlaude di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meninggal dunia usai mengikuti wisuda, pukul 17.00 WIB, Sabtu (29/8) lalu.

Padahal, berdasarkan yang dilansir fmipa.uny.ac.id, Senin (2/9), pagi harinya wahasiswi yang akrab disapa Icha itu masih mengikuti acara Wisuda UNY walaupun harus menggunakan kursi roda karena sakit.

Mahasiswi lulusan Prodi Biologi FMIPA UNY yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,65 itu, dinilai sangat rajin, ceria, dan memiliki semangat yang tinggi.

“Sebenarnya dia sudah agak lama merasa sering pusing-pusing tapi hal tersebut tidak membuatnya mengeluh. Icha sudah beberapa kali periksa di rumah sakit disekitar Muntilan,” kata Evy Yulianti Kaprodi Biologi FMIPA UNY yang juga menjadi pembimbing skripsi Icha.

Beberapa Kali Masuk Rumah Sakit

Saat bimbingan skripsi dan ujian, lanjut Evy, Icha terlihat ceria. Begitu pun ketika yudisium. Namun, terang Evy, setelah itu kesehatannya semakin menurun dan beberapa kali masuk rumah sakit.

Seperti yang dikutip dari unycommunity.com, Icha berhasil menyelesaikan tugas akhirnya dalam waktu 5 bulan 8 hari. Icha mengikuti ujian tugas akhir pada 10 Juli 2015 dan mengikuti yudisium periode Juli 2015.

Icha yang tinggal di Kalibening, Dukun Magelang, merupakan puteri seorang guru. Selama kuliah, Icha tidak pernah mengambil cuti kuliah, sehingga mampu menyelesaikan studi selama 4 tahun.

Meskipun mahasiswi berhijab angkatan 2011 UNY itu meninggal dunia pada hari yang sama saat penyelenggaraan wisuda, namun fmipa.uny.ac.id tidak mencantumkan di mana Icha meninggal dunia.


Sumber: dakwatuna

PKPU Distribusikan 430 Ribu Liter Air Bersih

brodkes.com - Jakarta. Fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah di Indonesia. Merespon hal ini, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU turut menanggulangi krisis air bersih ini dalam program jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk jangka pendek, PKPU hingga telah mendistribusikan 430 ribu liter air bersih utk 2.338 jiwa dalam bentuk dropping air untuk 104 dusun di 10 kecamatan Patuk, Gedangsari, Girisubo, Rongkop, Purwosari, Tepus, Panggang, Nglipar, Ngawen, di wilayah Gubung Kidul dan kecamatan prambanan di Sleman.

"Selama bulan Agustus ini PKPU berkomitmen untuk menyalurkan bantuan air bersih di 20 kecamatan di wilayah Yogya, Bekasi, Wonogiri, Pacitan dan Bima," kata  Agung Notowiguno selaku Presiden Direktur PKPU di Jakarta, dalam siaran persnya, Selasa (18/8). Sedangkan program jangka panjang yang dilakukan adalah pembangunan sarana air bersih dan edukasi masyarakat mengenai pengelolaan air bersih.

Selain itu, tambah Agung, PKPU juga berpartisipasi dalam penanggulangan bencana. Sejak 2010 hingga 2014 telah membangun 250 sarana air bersih yang membebaskan 17.594 keluarga dari krisis air bersih dan 3 juta liter air selama bencana di Sinabung, Kelud, dan daerah lainnya.

PKPU juga berinisiatif mendorong masyarakat umum untuk kampanye hemat air di sarana-sarana publik seperti Masjid, Terminal, Bandara, dll dengan media edukasi berupa stiker dan poster yang dipasang di area publik yang strategis.

Agung menjelaskan, sebagai bentuk kepedulian terhadap darurat kekeringan ini, tmasuk mengajak muslim muslimah baik di daerah binaan maupun di daerah lainnya untuk menggalakan sholat istiqo untuk berharap limpahan hujan di seluruh daerah yang kekeringan. Salah satu program pemberian bantuan PKPU dirasakan warga Dusun Ngepoh, Desa Semin, Kec. Semin Kabupaten Gunung Kidul DIY.

Kini, ungkap Agung, mereka tidak perlu lagi berjalan ratusan meter untuk mendapatkan air bersih  setelah PKPU Yogyakarta, Quick chicken dan SDIT Luqman Al Hakim  meresmikan Program “Berbagi Air” melalui Pembangunan Sistem Air Bersih. Program yang sama seperti di empat wilayah Gunungkidul lain yaitu Jeruklegi, Natah, Banyusoco, dan Tegalrejo.

“Ini adalah Program berbagi air yang kelima, sebelumnya PKPU Yogyakarta juga sudah membuat Sistem Air Bersih dengan cara memompa air dari dalam tanah dan disalurkan kepada warga” ujar Agung.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gunungkidul, Budi Antono menyambut baik program PKPU Yogyakarta karena memberikan manfaat yang cukup besar dalam upaya mengatasi kesulitan air bersih di Gunungkidul. "Saya berpesan kepada masyarakat, bantuan pembangunan yang sudah ada, hendaknya dirawat dan dimanfaatkan dengan baik, sehingga kesulitan air bisa diatasi," katanya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Kidul akan  terus berupaya untuk mengatasi kesulitan air bersih di masyarakat. "Dengan adanya bantuan program Berbagi Air dari PKPU ikut membantu pemerintah daerah, untuk mencukupi kebutuhan air bersih di masyarakat,” jelasnya.

Sementara, Penanggungjawab Program Berbagi Air PKPU Yogyakarta, Agus Putut mengatakan, pembangunan sistem air bersih ini bisa dimanfaatkan oleh  70 KK, dan akan dikembangkan agar bisa juga  memenuhi kebutuhan warga dusun lain sekitarnya.

"Pembangunan ini juga melibatkan peran serta masyarakat secara aktif, baik dalam menyiapkan dan membangun infrastruktur, sehingga pembangunan bisa berjalan dengan baik”, kata Agus.

Kabid Pendayagunaan PKPU Yogyakarta, Akhta Suendra menyatakan, PKPU juga melakukan droping air sebanyak 700.000 liter air di wilayah Gunungkidul, Sleman dan Bantul.

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, untuk wilayah Indonesia yang berada di bagian selatan garis khatulistiwa seperti Jawa, Bali, Maluku, NTT, NTB, dan Papua akan mengalami kekeringan hingga bulan Desember 2015 nanti. Pasalnya, sepanjang Agustus sampai Desember, dampak badai El Nino terhadap Indonesia akan menguat (KBK, 2015).

Kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan lahan pertanian terancam puso, gagal panen, krisis air bersih, kebakaran hutan, hingga berkurangnya pasokan listrik akibat keringnya waduk.

Persawahan yang mulai tidak bisa dialiri air irigasi antara lain di Sumatra Barat 45 hektar, Sulawesi Selatan 15.021 hektar, Jawa Tengah 11.312 hektar, Maluku 750 hektar, DI Yogyakarta 416 hektar, Lampung 400 hektar, Jawa Barat 101.007 hektar, Bangka Belitung 750 hektar. Lebih dari 5000 hektar sawah di Sulawesi, Kalimantan, Jawa Barat dan Lampung terancam puso. Diperkirakan dampak kekeringan ini akan meluas.

Dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat adalah krisis air bersih. DI. Yogyakarta misalnya, diketahui ada 94 desa, 384 dusun,  41.773 KK atau 99.367 jiwa di 391 area krisis air bersih. Sedangkan di Wonogiri tercatat ada 8 kecamatan, 38 desa,  18.137 KKatau 67.320 jiwa yang mengalami krisis air bersih.

Dalam acara peresmian Program “Berbagi Air” ini selain Plt. Bupati Gunungkidul juga hadir Kepala BPBD Gunungkidul Budiharjo, Kepala Cabang PKPU Yogyakarta, Jumarsono, Camat Semin, Koramil Semin, Kapolsek Semin, Kepala Desa Semin, serta masyarakat Dusun Ngepoh.


Redaktur: Abu Naila
Foto: Berbagi air PKPU. (IST)

Penyaluran 100 Tangki Air Bersih Se-Jatim dan DIY

brodkes.com - Yogyakarta. Musibah kekeringan hampir terjadi secara massif di sebagian daerah, terutama Jawa Timur dan beberapa daerah di Yogyakarta. Merespon kondisi tersebut, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) secara serentak menyalurkan bantuan 100 tangki air bersih untuk daerah kekeringan di Jawa Timur dan Yogyakarta.

"Daerah Jawa Timur meliputi, Banyuwangi, Probolinggo, Mojerkto, Madura, Bondowoso, Trenggalek, Yogyakarta dan Kebumen," ungkap Kepala Humas BMH Pusat Imam Nawawi, dalam siaran persnya, Selasa (18/8).

Air Bersih untuk Semua

Penyaluran 100 tangki air bersih ini merupakan realisasi program Sedekah Air Bersih. Dan, ada fakta menarik terjadi di Trenggalek Jawa Timur saat penyaluran, Kamis (13/8) lalu.

Di Trenggalek, BMH menyalurkan dua tangki air bersih di daerah Kalipait (dua kilometer sebelum Alas Purwo) dan di Eksodan Karang sari.

Tokoh masyarakat setempat, Ahmad Qoyyum menyampaikan terima kasih kepada BMH dan para donatur atas kepeduliannya. "Dengan adanya bantuan air bersih ini sangat membantu warga yang kekurangan air bersih," ujarnya.

Ahmad Qayyum juga menambahkan, yang menikmati bantuan air bersih BMH ini tidak hanya kaum muslimin tapi ada juga yang beragama Hindu dan Budha.

Sementara itu, di Yogyakarta penyaluran berlangsung di Dusun Kembangan, Desa Botodayakan, Rongkop, Gunungkidul dengan target utama masjid dan musholla. Hal ini guna memudahkan penduduk setempat dalam menjalankan kebutuhan beribadah.


Redaktur: Abu Naila
Foto: Sedekah air BMH. (IST)

Warga Gunungkidul: Alhamdulillah, Kini Masjid Memiliki Cadangan Air

brodkes.com - Gunungkidul. Warga Dusun Gebang, Kelurahan Girisuko, Kecamatan Panggang, Gunung Kidul, Jawa Tengah, mengaku bersyukur atas bantuan 2 tangki air yang diperoleh dari Program Pembibitan Penghafal Alquran (PPPA) Darul Quran cabang Yogyakarta.

"Alhamdulillah, kini masjid memiliki cadangan air, dan warga yang kehabisan persediaan air juga bisa mengambilnya langsung," kata guru ngaji di TPQ Al Ikhlas, Masjid Al Ikhlas, Marmadi, dalam siaran persnya, Selasa (18/8).

Jika hujan tidak datang-datang seperti saat ini, tambah Marmadi, warga biasanya memenuhi kebutuhan air dengan membelinya dari tempat penampungan. Satu tangki air dengan kapasitas 5000 liter ditebus dengan harga Rp 170 ribu. Air tersebut dipakai untuk memenuhi kebutuhan warga mulai untuk kebutuhan minum, mencuci, memasak hingga untuk ternak mereka. Rata-rata satu tangki air cukup untuk memenuhi kebutuhan warga selama 10 hari.

"Itu juga dengan irit-irit. Kita gak bisa mandi seperti di kota. Warga menjatah untuk mandi hanya satu ember ukuran sedang," jelas Marmadi, guru ngaji yang memiliki sekitar 70 santri itu.

Maka, jelas Mamardi, bantuan air bersih dari PPPA Daqu Cabang Jogja, Sabtu (15/8) lalu menjadi sedikit oase bagi warga Dusun Gebang. Bantuan air dua tangki yang dibeli dari penampungan Imogiri tersebut dialirkan ke tempat penampungan air umum untuk warga dan kebutuhan masjid.

"Alhamdulillah, kini masjid memiliki cadangan air. Dan warga yang kehabisan persediaan air juga bisa mengambilnya langsung," ujar Marmadi.

Takmir Masjid Al Ikhlas, Mardiono menjelaskan, kekeringan yang terjadi di Dusun Gebang akibat tidak turunnya hujan sejak lima bulan terakhir. "Sudah lima bulan terakhir hujan tidak turun di desa kami," ujar Mardiono.

Menurutnya, hujan masih menjadi satu-satunya sumber air bagi warga Dusun Gebang. Sebab, katanya, di daerah ini sumber air tanah sangat sulit dicari. "Pernah ada peneliti datang ke sini. Setelah coba mengebor, ia bilang di sini tidak ada sungai bawah tanah sehingga sulit untuk mendapat air bersih," tutur Mardiono.

Untuk menangkap air hujan, lanjut Mardiono, setiap rumah warga sengaja mengarahkan talang air ke tempat penampungan (tandon) air. Tandon air ini setiap rumah kapasitasnya beragam, teragntung kemampuan membangun masing-masing.

Selain itu, ada konsensus berupa larangan memelihara burung dara. Larangan ini agar kotoran merpati tidak mengotori atap genteng warga yang nantinya akan terbawa air hujan ke tempat penampungan. "Kata penyuluh kesehatan, kotoran merpati itu berbahaya bagi kesehatan. Maka ada kesepakatan jika ada merpati akan langsung ditangkap dan disembelih," ungkap Mardiono.

Diketahui, Panggang adalah salah satu kecamatan yang mengalami krisis air di Gunungkidul. Dari data dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat, sebanyak 449 dusun yang tersebar di 70 desa, wilayah Gunungkidul, rawan kekeringan dalam musim kemarau 2015 ini. Terutama Kecamatan Panggang, Girisubo, Rongkop, dan Purwosari.

Bahkan dua kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Bantul dan Kulon Progo, sudah menetapkan status darurat bencana kekeringan terhitung Agustus sampai Oktober 2015.

Beberapa kecamatan di Kulon Progo yang sudah mengalami kekeringan antara lain Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Kokap, Sentolo, Pengasih, serta sebagian Lendah dan Pajangan. Jumlah warga yang terkena dampak kekeringan terdata sebanyak 6.689 kepala keluarga atau 20.928 jiwa.


Redaktur: Abu Naila
Foto: PPPA Darul Quran cabang Jogja sedang memberikan bantuan air ke warga Gunungkidul (IST)



Penyanyi Religi Opick Tombo Ati Bahagiakan Ratusan Yatim Dhuafa

brodkes.com - Bandung. Musisi Religi Opick menghibur 400 anak-anak yatim dan dhuafa dalam acara BIG THANKS Bahagia Berbagi bersama Yatim Dhuafa yang diselenggarakan RZ (Rumah Zakat) di Gedung Pos Indonesia Bandung, Sabtu (15/8). Dalam kesempatan tersebut, Opick mengajak para yatim dhuafa untuk bernyanyi empat lagu antara lain Assalamu'alaikum, Sedekah, Alhamdulillah, dan Bila Waktu Telah Berakhir.

"Ayo siapa yang mau nyanyi bareng Opick?" tanya Opick kepada anak-anak yatim dhuafa yang hadir, dalam siaran persnya, Selasa (18/8). Seteah itu puluhan anak, naik ke atas panggung untuk bernyanyi bersama penyanyi idola mereka.

"Alhamdulillah saya mendukung sekali program RZ terutama di bidang pendidikan bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Semoga semakin banyak anak-anak yang terbantu," ungkap pria yang baru dikaruniai putra ke 5, seorang bayi perempuan bernama Khadijah.

Opick berharap RZ bersama para donatur dapat menggulirkan lebih banyak program yang dibutukan oleh masyarakat kurang mampu baik itu di Indonesia maupun di berbagai belahan negara. "Semoga program-program pemberdayaan RZ bisa mengedepankan sektor yang paling dibutuhkan masyarakat," tuturnya.

Selain Opick, acara yang bertujuan sebagai ajang silaturahim keluarga besar RZ yang mempertemukan para donatur dengan masyarakat yang dibantu, serta membahagiakan anak-anak yatim dan masyarakat dhuafa ini juga dimeriahkan oleh Duo Donna Sigit yang sebelumnya merupakan anak asuh RZ.

Redaktur: Abu Naila
Foto: Opick Tombo Ati bernyanyi bersama anak-anak yatim (IST)

Ini Tarif Membuat SIM yang Sebenarnya



brodkes.com - Jakarta (24/7) - Sudah membuat Surat Izin Mengemudi (SIM)? Berapa anda membayar tarif ketika membuat SIM? Berikut adalah Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia menurut Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010.


Berdasarkan informasi dari Divisi Humas Mabes Polri, jika ada oknum yang menawarkan jasa (Calo) catat nama dan pangkat lalu laporkan langsung ke Sie Propam Polres atau Bidpropam Polda setempat atau divpropam Polri.

*Belum termasuk biaya pemeriksaan kesehatan dan pembelian asuransi.



Sumber: Divisi Humas Mabes Polri