Showing posts with label hikmah. Show all posts
Showing posts with label hikmah. Show all posts

Agar Puasa Kita Bisa Mendapatkan Ar-Rayyan

"Dari Sahal ra, bahwa Nabi Saw bersabda: "Dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, yang pada hari qiyamat tidak akan ada orang yang masuk ke surga melewati pintu itu kecuali para shaimun (orang-orang yang berpuasa). Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Lalu dikatakan kepada mereka; Dimanakah para shaimun? Maka para shaimun masuk melaluinya. Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Apabila mereka telah masuk semuanya, maka pintu itu ditutup dan tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut" (HR. Bukhari, hadits no. 1763)

Hikmah Hadits:

1. Bahwa orang-orang yang berpuasa, dan menjalankan ibadah puasanya dengan baik dan benar, didasari dengan niat tulus ikhlas mengharap ridha Allah Swt, maka kelak bagi meraka disediakan satu pintu khusus untuk masuk surga. Pintu tersebut disebut dengan pintu "Ar-Rayyan". Allah Swt menyediakan pintu ini bagi sha'imin, sebagai bentuk pemuliaan Allah terhadap orang-orang yang menjalankan ibadah puasa dengan baik. Sekaligus juga menggambarkan betapa mulianya ibadah puasa Ramadhan. 

2. Maka hendaknya setiap kita berupaya untuk melaksanakan ibadah puasa sebaik mungkin, bukan sekedar menggugurkan kewajiban dengan menahan diri dan makan dan minum saja, sebagaimana umumnya manusia (shaumul umum/ puasa awam). Namun hendaknya ditingkatkan menuju shaumul khusus (puasa khusus), yang kriterianya adalah sebagai berikut :
  • Hifzul Lisan (menjaga lisan), yaitu menjaga lisan dari perkataan keji, kotor, kasar, ghibah, dan       perkataan-perkataan lain yang tidak bermanfaat.
  • Kaffus Sam'i (menjaga pendengaran), yaitu menjaga pendengaran dari segala hal yang tidak manfaat dan atau mengandung unsur dosa.
  • Ghaddul Bashar (menjaga pandangan), yaitu menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan atau dimakruhkan. Seperti mandang lawan jenis yang bukan mahramnya, memandang aurat, dsb.
  • Kaffu baqiyatil abdan minal atsam (menjaga badan dari perbuatan dosa dan tdk beanfaat), yaitu menghindarkan diri dari segala perbuatan yang tidak manfaat dan atau mrngandung dosa. 
  • 'Adamul israf indal ifthar (tidak berlebih2an ketika berbuka puasa) yaitu tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan dan minuman saat berbuka puasa. Karena berlebihan ketika berbuka puasa akan menghilangkan esensi puasa, dan berpotensi mengurangi pahala ibadah puasanya.
  • Al-Khauf war Raja' indal ifthar (hatinya antara takut dan harap ketika berbuka puasa), yaitu takut dan khawatir jika ibadah puasanya tdk diterima Allah Swt, lantaran banyaknya perbuatan yang dilakukan, namun ia tetap berharap agar Allah menerim ibadah puasanya. Dan hal tersebut diwujudkan dengan memperbanyak dzikir dan doa ketika akan berbuka puasa.
3. Mudah-mudahan Allah Swt menerima ibadah puasa kita dan menjadikan kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang kelak layak masuk ke dalam surga melalui pintu Ar-Rayyan. Amiiin Ya Rabbal Alamiin.
Wallahu A'lam

Putra Menteri Susi Wafat Saat Sedang Tidur, Yuk Ambil Hikmahnya

brodkes.com - Jakarta. Kabar duka datang dari keluarga besar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Panji Hilmansyah (31) meninggal dunia, Senin (18/1/2016) dini hari, di Naples, Florida, Amerika serikat.

Panji meninggal saat sedang tidur. Almarhum diduga meninggal karena serangan jantung. "Almarhum meniggal dunia dalam tidur," kata Asisten Pribadi Menteri Susi, Fika Fawzia, seperti yang dilansir dream.co.id, Senin (18/1/2016).

Berdasarkan yang dikutip dari liputan6.com, Senin (18/1/2016), Panji berprofesi sebagai pilot. Selain itu, Panji juga merupakan tenisi pesawat.

Pria yang memiliki hobi mengendarai motor gede (moge) itu meninggalkan seorang anak berusia 10 tahun. Rumah duka saat ini di Jalan Widya Chandra V no 26, Jakarta Selatan.

Brodkeser, tentu kita semua tahu bahwa maut bisa datang kapan saja. Termasuk peristiwa yang dialami oleh Almarhum Panji, yang meninggal saat dalam keadaan tidur. Tugas kita yang masih diberi kesempatan untuk hidup, bukan memperhitungkan kapan maut akan menjemput kita, tapi lebih apa yang kita persiapkan untuk menghadap-Nya.


Foto: Panji Hilmansyah/Foto: Facebook

Akhirnya Ustadz Maulana Minta Maaf Soal Pernyataannya Bahwa Memilih Pemimpin Tidah Usah Lihat Agamanya

brodkes.com - Jakarta. Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Cholil Nafis menulis dalam akun Facebook pribadinya, bahwa Ustadz Muhammad Nur Maulana telah meminta maaf atas kata-kata yang salah dalam isi ceramahnya. Permintaan maaf tersebut diungkapkan Ustadz Maulana saat melakukan mediasi antara Ustadz Maulana, pihak Trans TV, dan MUI.

“Ustadz Maulana menyatakan mhn maaf jika ada kata2 dari isi ceramahnya yg salah. Ia menarik ucapannya klo pemilihan pemimpin tdk ada kaitannya dg Islam,” tulisnya, Rabu (18/11).

Selain itu, dia menambahkan, Ustadz Maulana juga menyatakan kembali agar umat Muslim memilih pemimpin yang seiman dan yang baik. Ustadz Maulana, tambah Cholil, juga meminta bimbingan kepada MUI agar dirinya bisa menyampaikan dakwah yang lebih baik. Selain Ustadz Maulana, manajemen Trans TV juga menyatakan bahwa program “Islam Itu Indah” meminta bimbingan MUI dalam siaran-siarannya.

MUI, ungkap dia, menyambut baik koreksi pemirsa dan umat Islam yang menyatakan aspirasinya untuk meluruskan isi ceramah Ustadz Maulana. MUI melihatnya bahwa protes itu adalah bentuk cinta Islam dan semangat memperbaiki dakwah Islamiyah.

“walhamdulillah teman2 pemuda muslim (GPII dan organisasi pemuda muslim lainnya) telah mengoreksi dakwah ustadz Maulana di TransTV ttg Memilih pemimpin seiman,” tambahnya.

MUI, lanjutnya, juga mengapresiasi niat baik Ustadz Maulana dan manajemen Trans TV untuk melakukan klarifikasi (tabayyun – red) terhadap isi ceramahnya sekaligus meminta maaf atas segala kesalahannya.

“MUI siap membimbing Ust. Maulana dalam aktifitas dakwanya. MUI memberi hasil2 fatwa utk memudahkan tema2 dakwah dibtransTV. Mudah2-an semua hal ini menjadi bahan evaluasi bagi dakwah kita dan menjadi pembelajaran sehingga kita menjadi manusia pembelajar,” ujarnya.

Sebelumnya, setelah pernyataan Ustadz Maulana soal kepemimpinan dalam acara “Islam itu Indah” di Trans TV, Senin (9/11) lalu, yang mengatakan bahwa memilih pemimpin politik seperti mengangkat pilot yang tidak perlu melihat agamanya, menuai banyak kecaman.

Diantaranya datang dari Ketua Umum Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Mohammad Siddik. Menurutnya, Ustadz Maulana segera bertobat, meralat ucapannya, dan minta maaf kepada pemirsa secara terbuka. “Serta, jangan mengulangi lagi kesalahan serupa di masa mendatang,” pesan Siddik dalam keterangannya seperti yang dilansir Republika.co.id, Senin (16/11/2015). (dakwatuna)




Anak Muda, Kenapa Engkau Tidak Bahagia?

Anak Muda, Kenapa Engkau Tidak Bahagia?

brodkes.com - Ada seorang anak muda yang merasa dirinya tidak ganteng dan tidak kaya, sehingga setiap saat merasa gelisah. Lalu malaikat bijak datang kepadanya.

"Anak muda, kenapa engkau tidak bahagia?"
"Saya merasa bingung mengapa aku miskin terus?"
"Miskin? kamu bukannya kaya?"
"Bagaimana bisa anda katakan kalau aku kaya? Dari mana anda menilainya?"
"Kalau sekarang engkau kehilangan 1 jari tanganmu, aku beri 50 juta, apa kamu mau?"
"hmm tidak mau"
"Jikalau kamu kehilangan sebelah lenganmu, aku beri 500 juta, mau?"
"hmm tidak mau"
"Kalau sepasang matamu buta, aku beri 10 milliar, mau?"
"Tidak mau"
"Kalau aku jadikan engkau menjadi kakek berumur 80 tahun sakit sakitan, aku beri 100 milliar, mau?"
"Tidak mau"
"Kalau sekarang engkau langsung meninggal, aku beri kamu 1 Trilliun, mau?"
"Gak mau"
"Hahahaha. Berarti benar kan kalau kamu sudah memiliki kekayaan tak terhingga? Di dalam hatimu, kenapa masih mengeluh miskin ?"

Anak muda itu tiba-tiba speechless tanpa kata-kata dan tiba-tiba mengerti apa arti kekayaan.

Karena HIDUP adalah WAKTU yang dipinjamkan.
Dan HARTA adalah ANUGERAH yang dipercayakan.
BERSYUKUR atas nafas yang masih kita miliki.
BERSYUKUR atas tubuh yang masih kita miliki.
BERSYUKUR atas kesehatan yang masih kita miliki.
BERSYUKUR atas keluarga yang masih kita miliki.
BERSYUKUR atas teman dan sahabat yang masih kita miliki.
Mari kita sadari bahwa kita selalu DIBERI YANG TERBAIK



Terima kasih sudah membaca artikel Anak Muda, Kenapa Engkau Tidak Bahagia? Silakan berbagi artikel ini agar lebih bermanfaat


Sumber: brodkes Whatsapp/@ESQ165
Foto: ilustrasi (ceritamu.com)
Redaktur: Abu Naila

Memetik Hikmah dari Kisah Pemuda Jelalatan


brodkes.com
- Kisah ini diterjemahkan dari salah satu Fans Page Facebook berbahasa Arab (ثقف نفسك) 

Dikisahkan, pernah ada seorang pemuda yang datang kepada seorang Syaikh lalu mengatakan, 
"Aku ini seorang pemuda yang memiliki banyak keinginan dan tak bisa menundukkan pandanganku dari apa yang diharamkan (wanita non mahram) di pasar. Apa yang harus aku lakukan?"

Lalu Syaikh tersebut memberikannya segelas susu penuh dan menyuruhnya untuk membawa gelas tersebut ke suatu tempat dengan melewati pasar tanpa menumpahkan setetes pun air susu yang ada di dalam gelas. 

Selanjutnya, Syaikh itu memanggil salah seorang muridnya untuk pergi menemani pemuda tadi berjalan di pasar. Tugasnya adalah memukul dan mempermalukan pemuda tsb di hadapan khalayak ramai apabila ia gagal dan menumpahkan air susu dalam gelas. 

Ternyata, pemuda itu berhasil membawa gelas susu itu tanpa menumpahkan sedikit pun darinya. 

Kemudian Syaikh berkata, 
"Berapa wanita yang engkau lihat tadi wahai anak muda?"

Maka pemuda itu menjawab, 
"Wahai Syaikh, aku tak memperhatikan apa pun di sekelilingku selain gelas ini. Aku takut menumpahkannya, lalu dipukul dan dipermalukan di hadapan orang banyak.!"

Syaikh itu pun berkata, 
"Begitulah keadaan orang beriman wahai anak muda. Orang beriman itu takut kepada Allah dan takut kalau sekiranya ia dipermalukan di hadapan seluruh manusia hari kiamat kelak apabila ia mengerjakan maksiat. Orang beriman itu selalu menjaga dirinya dari dosa dan maksiat. Hatinya selalu fokus dan tertuju pada hari kiamat."

Semoga menjadi bahan renungan dan muhasabah. 

Silahkan disebarkan kalau bermanfaat.



Redaktur: Abu Naila
Sumber: brodkes WA
Foto: kajiansalaf.com

Nasihat Poligami Ustadz Muhammad Arifin Ilham


brodkes.com - Setelah menjalani kehidupan monogami selama dua belas tahun, dai yang kerap mengenakan pakaian serbaputih ini memutuskan menikah yang kedua pada tahun 2010. Qadarullah, hingga kini dan semoga sampai akhir hayatnya, kehidupan ketiga anak manusia dan anak-anaknya ini terlihat sangat harmonis. Bahkan, sosok dai yang pernah menetap di bilangan Depok Jawa Barat ini tak segan-segan mengajak kedua istrinya ke hadapan jamaahnya dan kaum Muslimin negeri ini.

Banyak hikmah dari poligami yang dijalani Ustadz M. Arifin Ilham ini. Berikut ini kami rangkumkan nasihat-nasihat terkait salah satu sunnah Nabi yang telah beliau jalani selama lima tahun ini. Nasihat ini kami rangkum dari beberapa kajian yang langsung kami ikuti dan rekaman-rekaman taujih dai asal Banjarmasin ini.

Harapannya, kaum Muslimin bisa melihat poligami secara adil. Yaitu meletakkannya sebagaimana ianya diperintahkan; bukan atas nama perasaan belaka.

ISTIQAMAH DALAM SUNNAH

Hal yang pertama kali beliau sampaikan, jangan poligami karena ‘enaknya’ saja. Sebagai salah satu sunnah, hendaknya kaum Muslimin yang berniat melakukannya benar-benar mempersiapkan diri dengan istiqamah dalam melakukan sunnah-sunnah Nabi yang lain.

Sebelum memutuskan mengambil jalan poligami, pesan beliau, istiqamahlah dalam menjawa wudhu, senantiasalah shalat berjamaah di masjid, jangan tinggalkan shalat Dhuha dan Tahajjud, teruslah membaca, menghafal, dan berusaha mempraktikkan ajaran al-Qur’an, biasakan diri dalam dakwah dan jihad, jangan tinggalkan infaq, dan aneka sunnah-sunnah mulia lainnya.

Pasalnya, dai yang juga memimpin Majlis az-Zikra ini sudah pernah melakukan berbagai jenis sunnah Nabi tersebut. “Hanya poligami yang belum,” terang beliau. Istri-istri, anak-anak dan jamaah dzikirnya menjadi saksi betapa beliau adalah sosok yang amat menjaga sunnah Nabi. Semoga Allah Ta’ala berikan keistiqamahan kepada beliau hingga akhir hayatnya.

JANGAN BONSAI POTENSI SUAMI

Dengan berkelakar, beliau menyampaikan, “Apakah suami harus libur juga jika istri sedang libur karena datang bulan?”

Beliau juga mengatakan, “Jika para Muslimah mengakui kehebatan dan keshalihan suaminya, jangan egois. Bukankah Muslimah-muslimah lain juga berhak merasakan kebahagiaan yang Allah berikan dengan perantara suami Anda?”

Apalagi, fakta bahwa jumlah Muslimah jauh lebih banyak dari jumlah Muslimin amat nyata. Dan, begitu banyak Muslimah matang yang harus menyepi sendiri di setiap malam dalam sujud dan munajat panjangnya.

DUA AKUR ITU LEBIH BAIK

Poligami sering dijadikan kambing hitam. Selalu disalahkan. Padahal, letak kekacauan rumah tangga bukan pada poligaminya. Tetapi terletak pada individu-individu yang terlibat di dalamnya.

Bukankah fakta berbicara, amat banyak pernikahan monogami yang berantakan dan berujung pada perceraian? Bukankah tak sedikit suami-suami yang mengabaikan hak istrinya, padahal jumlahnya hanya satu?

Di sisi lain, apakah tak cukup bukti bahwa begitu banyak poligami yang berdampak positif bagi individu dan masyarakat sekitar juga kaum Muslimin secara umum?

“Dua istri akur,” tutur dai yang kini menetap di Bogor Jawa Barat dalam salah satu ceramahnya di tahun 2012 ini, “itu jauh lebih baik dari satu istri tapi ribut terus.” Benar juga ya?